sman24kabtangerang.sch.id – Wajah Baru Rasuna Said mulai terlihat setelah Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengumumkan selesainya pembongkaran 109 tiang monorel yang selama ini terbengkalai di kawasan tersebut. Langkah ini secara resmi menghapus pemandangan tiang beton yang dinilai menghambat estetika koridor bisnis utama di Jakarta Selatan.
Kini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengalihkan fokus untuk menyulap kawasan tersebut menjadi area yang manusiawi, hijau, dan tertata rapi.
Wajah Baru Rasuna Said Lewat Langkah Besar Penataan Koridor
Dinas Bina Marga berhasil menuntaskan pemotongan seluruh struktur beton sisa proyek masa lalu pada Sabtu, 21 Februari 2026. Gubernur Pramono Anung memberikan apresiasi tinggi atas rampungnya pembersihan lahan ini.
“Saya juga bersyukur, mengucapkan terima kasih kepada Bina Marga bahwa tiang monorel yang berjumlah 109, sekarang ini per hari Sabtu kemarin semuanya sudah terpotong dan dirapikan,” ujar Pramono di Jakarta, Selasa (24/2/2026).
Rampungnya pembongkaran ratusan tiang ini menjadi syarat mutlak bagi Pemprov DKI Jakarta. Tanpa tiang-tiang tersebut, proyek revitalisasi infrastruktur pendukung di sepanjang Rasuna Said kini dapat berjalan tanpa hambatan fisik.
Rencana Utama: Pedestrian, Drainase, dan RTH
Setelah membersihkan lahan dari tiang monorel, Pemprov DKI Jakarta segera menjalankan rencana strategis untuk mengoptimalkan kembali fungsi koridor jalan tersebut. Kawasan ini akan mengintegrasikan beberapa elemen pembangunan kunci:
-
Menata Jalur Pedestrian: Membangun trotoar yang luas dan nyaman bagi pejalan kaki.
-
Memperbaiki Sistem Drainase: Memperbarui saluran air di bawah trotoar guna mencegah potensi genangan.
-
Menambah Ruang Terbuka Hijau (RTH): Meningkatkan unsur keasrian serta fungsi resapan air di tengah pusat perkantoran.
Melalui penataan ini, pemerintah menargetkan Jalan HR Rasuna Said menjadi ruang publik yang representatif dan memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang beraktivitas di Jakarta Selatan.
Wajah Baru Rasuna Said: Gubernur Instruksikan Penertiban PKL dan Ojek Daring
Pramono Anung menekankan bahwa infrastruktur yang berkualitas memerlukan pengawasan dan ketertiban yang tegas. Ia menginstruksikan jajaran Satpol PP agar menjaga ketat kawasan yang sedang dalam proses penataan tersebut.
Gubernur meminta petugas Satpol PP bertindak tegas terhadap pelanggaran di lapangan, terutama pada poin-poin berikut:
-
Pedagang Kaki Lima (PKL): Melarang aktivitas dagang di atas jalur pedestrian, baik bagi PKL liar maupun PKL binaan.
-
Parkir Liar Ojek Daring: Menertibkan pengemudi ojek daring yang memarkirkan kendaraan secara sembarangan di area proyek.
“Kami meminta kepada jajaran Satpol PP untuk melakukan penertiban kepada PKL-PKL, apakah itu PKL liar maupun binaan, termasuk ojol, untuk tidak sembarangan memarkir kendaraan ataupun dagangannya,” tegas Pramono.
Komitmen Menuju Jakarta yang Lebih Tertata
Pemprov DKI Jakarta memegang komitmen kuat untuk mengubah wajah Jalan HR Rasuna Said. Pemerintah ingin memastikan jalan tersebut berfungsi optimal sebagai urat nadi ekonomi sekaligus ruang interaksi sosial warga. Pramono berjanji akan terus mengawal setiap tahapan pembangunan ini hingga tuntas.
Selain mengawasi masa konstruksi, pemerintah juga berencana melakukan pemantauan rutin pasca-pembangunan. Langkah ini bertujuan agar kawasan Rasuna Said tetap tertib, bersih, dan nyaman dalam jangka panjang.
Hingga laporan ini terbit, informasi mengenai total anggaran untuk proyek penataan ulang ini belum tersedia. Demikian pula dengan jadwal pasti penyelesaian seluruh fasilitas pedestrian dan RTH yang belum pihak pemerintah umumkan secara detail.













Leave a Reply