Lensa 24

Tajam Merekam, Inspiratif Mengabarkan

Mahasiswa Geruduk Mabes Polri: BEM UI Tuntut Reformasi Total Lewat Aksi #AparatKeparat

Demo BEM UI Mabes Polri digelar hari ini (27/2/2026) dengan tuntutan hukuman bagi polisi pembunuh AT

sman24kabtangerang.sch.id – Demo BEM UI Mabes digelar hari ini, Jumat (26/2/2026), saat Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) mengadakan aksi bertajuk #AparatKeparat di depan gedung Mabes Polri. Mahasiswa menggerakkan demonstrasi ini sebagai bentuk protes terhadap berbagai kasus kekerasan aparat yang menyita perhatian publik, termasuk tewasnya AT, pelajar berusia 14 tahun di Tual, Maluku Utara.

Koordinator Bidang Sosial Politik BEM UI, Hafidz Hernanda, menegaskan bahwa mahasiswa menuntut penegakan hukum yang adil bagi para korban. Oleh karena itu, mahasiswa mendesak pihak kepolisian untuk segera membenahi institusi agar tindakan represif tidak terus berulang.

Demo BEM UI Mabes, Polda Metro Jaya Kerahkan Ribuan Personel Pengamanan

Guna mengantisipasi jalannya aksi, Polda Metro Jaya telah menyiapkan skema pengamanan yang cukup ketat di sekitar lokasi demonstrasi. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, menyatakan bahwa pihak kepolisian tetap mengedepankan pendekatan persuasif dalam mengawal massa.

Berikut adalah poin-poin utama strategi pengamanan kepolisian:

  • Jumlah Pasukan: Polda Metro Jaya mengerahkan sekitar 3.093 personel untuk berjaga di lapangan.

  • Titik Fokus: Petugas berjaga di depan gedung Mabes Polri serta beberapa Objek Vital Nasional (Obvitnas) seperti kantor PLN.

  • Area Pengamanan: Polisi juga melakukan pengawasan di pusat keramaian, pasar, dan jalur aktivitas masyarakat di sekitar kawasan Kebayoran Baru.

  • Tanpa Senjata Api: Sesuai aturan pengamanan aksi, petugas yang berjaga di lapangan tidak membekali diri dengan senjata api.

Daftar Tuntutan Utama Aksi Mahasiswa

Dalam demonstrasi kali ini, BEM UI membawa poin-poin tuntutan yang sangat spesifik dan tajam. Mahasiswa menuntut perubahan fundamental, baik secara struktural maupun kultural di tubuh Polri.

Beberapa tuntutan utama massa aksi meliputi:

  • Menjatuhkan hukuman pidana seberat-beratnya kepada oknum polisi yang membunuh pelajar AT di Tual.

  • Mencopot Listyo Sigit dari jabatannya sebagai Kapolri.

  • Mencopot Dadang Hartanto dari jabatan Kapolda Maluku sebagai bentuk pertanggungjawaban wilayah.

  • Membebaskan seluruh tahanan politik yang selama ini mengalami kriminalisasi.

  • Menarik keterlibatan personel Polri dari berbagai jabatan sipil.

  • Menuntut hasil nyata dari Reformasi Polri melalui komisi percepatan reformasi.

Kasus Pelajar AT Menjadi Pemicu Perlawanan

Aksi #AparatKeparat ini bermula dari kemarahan publik atas tewasnya AT di Tual, Maluku. Dugaan keterlibatan oknum anggota Brimob dalam kasus ini memicu gelombang solidaritas dari berbagai organisasi mahasiswa dan masyarakat sipil. Meskipun pelaku kabarnya sudah berstatus tersangka, mahasiswa menilai proses etik saja tidaklah cukup bagi pelanggaran hak asasi manusia.

Berdasarkan jadwal, massa mulai berkumpul pada pukul 13.00 WIB atau setelah pelaksanaan salat Jumat. Mahasiswa dari berbagai kampus di Jakarta kabarnya juga berpotensi ikut bergabung dalam barisan massa menuju Mabes Polri. Hingga saat ini, baik mahasiswa maupun kepolisian berharap aksi penyampaian pendapat ini dapat berlangsung secara damai dan kondusif tanpa adanya gesekan di lapangan.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *