Lensa 24

Tajam Merekam, Inspiratif Mengabarkan

UI Tegaskan Pria yang Provokasi Polisi Saat Demo Bukan Mahasiswanya

Mahasiswa Provokasi Polisi UI dipastikan bukan bagian dari Universitas Indonesia

sman24kabtangerang.sch.id – Mahasiswa Provokasi Polisi UI menjadi sorotan setelah Universitas Indonesia (UI) memberikan klarifikasi resmi terkait video viral yang menunjukkan seorang peserta aksi memprovokasi aparat kepolisian. Pihak kampus memastikan bahwa pria yang mengenakan atribut serupa almamater kuning tersebut bukan merupakan mahasiswa aktif maupun alumni Universitas Indonesia.

Kejadian provokasi tersebut berlangsung saat demonstrasi mahasiswa di depan Mabes Polri pada Jumat (27/2/2026). Setelah video tersebut beredar luas, pihak UI segera melakukan langkah verifikasi internal untuk menjaga nama baik institusi.

Mahasiswa Provokasi Polisi UI? Ini Hasil Verifikasi Pangkalan Data Resmi

Direktur Hubungan Masyarakat, Media, Pemerintah, dan Internasional UI, Erwin Agustian Panigoro, menyatakan pihaknya telah menelusuri identitas individu dalam video tersebut. UI menggandeng BEM Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) UI untuk memastikan status akademik sang pria.

Berdasarkan hasil pengecekan, pihak kampus menemukan fakta-fakta berikut:

  • Pengecekan PDDIKTI: Nama individu tersebut tidak tercatat sebagai mahasiswa Universitas Indonesia dalam Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDIKTI).

  • Status Kampus Lain: Hasil penelusuran menunjukkan pria tersebut berstatus sebagai mahasiswa aktif di perguruan tinggi lain.

  • Tanpa Afiliasi: Individu tersebut sama sekali tidak memiliki hubungan akademik dengan UI.

“Dapat kami pastikan bahwa individu yang terdapat dalam video tersebut bukan merupakan mahasiswa Universitas Indonesia,” tegas Erwin melalui keterangan tertulis pada Minggu (1/3/2026).

Mahasiswa Provokasi Polisi UI dan Keberatan UI atas Penggunaan Atribut Institusi

Universitas Indonesia menyatakan keberatan yang sangat serius terhadap penggunaan atribut atau simbol institusi oleh pihak yang tidak berhak. Tindakan individu tersebut berpotensi mencemarkan nama baik kampus dan menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Menurut Erwin, penggunaan identitas UI tanpa izin merupakan tindakan yang tidak bertanggung jawab. UI menjunjung tinggi nilai integritas, etika, dan penghormatan terhadap hukum. Pihak kampus menilai perilaku provokatif tidak mencerminkan karakter sivitas akademika UI yang sesungguhnya.

Meskipun begitu, UI tetap menghormati hak setiap warga negara untuk menyampaikan aspirasi. Kampus mendukung kebebasan berpendapat selama mahasiswa menyampaikannya secara damai, cerdas, dan bertanggung jawab sesuai koridor demokrasi.

Imbauan Masyarakat Terkait Disinformasi

Pihak UI meminta masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menerima maupun menyebarkan informasi di era digital. Kecepatan informasi seringkali membawa risiko disinformasi yang dapat merugikan pihak-pihak tertentu.

Erwin menekankan beberapa poin penting bagi publik:

  1. Verifikasi Informasi: Selalu periksa kebenaran berita sebelum membagikannya ke media sosial.

  2. Tanggung Jawab Bersama: Menjaga ruang publik yang sehat merupakan tugas semua pihak guna mencegah hoaks.

  3. Waspada Atribut: Penggunaan atribut kampus dalam sebuah aksi tidak selalu menunjukkan identitas asli pemakainya.

Kronologi Kejadian di Depan Mabes Polri

Insiden provokasi ini bermula saat massa melakukan aksi di depan Mabes Polri pada Jumat (27/2/2026). Seorang peserta aksi berinisial SB tiba-tiba berteriak dan menunjuk wajah anggota polisi yang sedang bertugas mengamankan lokasi.

Dalam rekaman video, pria tersebut mengangkat jari telunjuk tepat di depan wajah polisi berinisial S. Meski mendapatkan tekanan secara verbal, anggota kepolisian tersebut tetap tenang dan tidak bereaksi. Rekan-rekan SB sempat menariknya menjauh, namun ia kembali mendekat untuk meluapkan emosinya sebelum massa aksi lainnya mengamankan pria tersebut.

Belakangan, SB memberikan penjelasan mengenai alasan tindakannya. Ia mengklaim mengenali polisi berinisial S tersebut. SB menuduh polisi itu pernah melakukan pemukulan terhadap dirinya saat demonstrasi pada Agustus 2025. Namun, saat aksi terbaru berlangsung, polisi tersebut mengenakan seragam resmi, berbeda dengan insiden sebelumnya yang SB klaim.

Kini, dengan adanya pernyataan resmi dari Universitas Indonesia, publik mendapatkan kejelasan bahwa tindakan provokatif tersebut tidak berkaitan dengan institusi pendidikan tinggi di Depan, Jawa Barat tersebut. Pihak kampus berharap kejadian serupa tidak terulang kembali dan mengimbau semua pihak untuk menjaga ketertiban umum.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *