sman24kabtangerang.sch.id – Analisis Luhut konflik dunia memicu diskusi hangat di lingkungan akademisi. Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) tersebut berbicara di Universitas Jenderal Achmad Yani pada Rabu (11/3/2026). Luhut Binsar Pandjaitan menyoroti peran negara maju sebagai dalang berbagai kerusuhan bersenjata.
Awalnya, beliau menekankan tingginya tingkat ketidakpastian global saat ini. Oleh karena itu, masyarakat dalam negeri harus tetap kompak. Hal ini penting untuk menghadapi dampak buruk dari rentetan perang di berbagai kawasan.
Peran Negara Maju dalam Analisis Luhut Konflik Dunia
Selanjutnya, Luhut mengajak audiens menengok kembali catatan sejarah. Beliau menilai banyak konflik besar lahir dari desain politik negara maju. Hal tersebut bertujuan untuk mempertahankan dominasi mereka atas sumber daya global.
Sebagai contoh, beliau menyinggung kebijakan kolonial masa lalu di Timur Tengah. Negara Barat sengaja memecah wilayah tersebut demi kepentingan politik tertentu. Berikut adalah poin tajam dalam analisis Luhut konflik dunia terkait peran Barat:
-
Warisan Kolonial: Inggris memecah wilayah Palestina dengan Israel pada masa penjajahan.
-
Sentimen Anti-Kemerdekaan: Negara Barat tidak senang melihat kemajuan negara bekas jajahan seperti Indonesia.
-
Kolonisasi Baru: Muncul upaya penjajahan dalam bentuk lain melalui intervensi militer terselubung.
Kecerdikan Iran dalam Analisis Luhut Konflik Dunia
Selain itu, Luhut memberikan apresiasi khusus terhadap pertahanan Iran. Beliau menilai Iran sangat cerdik dalam mengelola sumber daya terbatas. Iran sukses menciptakan efek gentar yang luar biasa terhadap Amerika Serikat.
Luhut juga menyoroti peralihan paradigma menuju era perang teknologi. Iran sukses mengungguli ekspektasi dunia melalui inovasi persenjataan yang efisien. Poin kekaguman Luhut terhadap Iran meliputi:
-
Drone Murah: Iran menciptakan drone berbiaya rendah dengan jangkauan 2.000 km.
-
Akurasi Tinggi: Senjata tersebut memiliki akurasi serangan yang sangat tepat sasaran.
-
Semangat Juang: Iran merupakan bangsa Arya yang memiliki sejarah panjang tanpa pernah dijajah.
Sorotan terhadap Penangkapan Presiden Venezuela
Kemudian, Luhut mengkritik diamnya komunitas internasional atas kasus di Venezuela. Pasukan Delta Force Amerika Serikat menangkap Presiden Nicolas Maduro secara sepihak. Namun, dunia seolah tidak peduli dengan insiden luar biasa tersebut.
“Presiden Maduro diambil begitu saja, tapi tidak ada yang ribut,” ujar Luhut tegas. Beliau menilai tindakan tersebut merusak tatanan hukum internasional. Padahal, PBB seharusnya menjunjung tinggi kedaulatan setiap negara anggota.
Konsistensi Politik Bebas Aktif Indonesia
Menyikapi hal itu, Luhut menegaskan pentingnya politik “Bebas Aktif” bagi Indonesia. Prinsip ini adalah kompas terbaik dalam berdiplomasi. Indonesia bisa berkomunikasi dengan semua pihak tanpa terjebak aliansi militer.
Luhut berpesan agar mahasiswa mempelajari strategi teknologi negara seperti Iran. Bagaimanapun, pemahaman sejarah dan teknologi adalah kunci masa depan. Hal ini agar Indonesia tidak menjadi korban ambisi negara maju lainnya.
Sebagai penutup, beliau mengingatkan bahwa persatuan nasional adalah fondasi utama. Indonesia harus mampu berdiri tegak di tengah badai geopolitik. Kita harus terus mendorong kemerdekaan dan keadilan bagi negara berkembang lainnya.













Leave a Reply