Lensa 24

Tajam Merekam, Inspiratif Mengabarkan

Polisi Buru Pria Terduga Pelaku Pencabulan Santri 15 Tahun di Bekasi, Modus Jadi Donatur

Pria berinisial RBP dilaporkan atas dugaan pencabulan santri 15 tahun di Bekasi

sman24kabtangerang.sch.id – Dugaan pencabulan santri Bekasi membuat Polres Metro Bekasi Kota memburu seorang pria berinisial RBP. Pelaku diduga melakukan kekerasan seksual terhadap seorang santri laki-laki berusia 15 tahun dan melancarkan aksinya berulang kali selama sekitar tiga bulan.

Kasus ini mencuat setelah pihak kuasa hukum korban melaporkan insiden tersebut secara resmi ke kepolisian. Saat ini, tim penyidik terus bergerak melacak keberadaan pelaku yang diduga melarikan diri.

Awal Mula Dugaan Pencabulan Santri Bekasi Terungkap

Kecurigaan pengurus pondok pesantren menjadi pintu masuk terungkapnya kasus memilukan ini. Pengurus melihat perubahan drastis pada perilaku korban sehari-hari.

Guna mencari tahu penyebabnya, pengurus pesantren memeriksa ponsel milik korban. Di sana, mereka menemukan percakapan (chat) antara korban dan RBP yang menunjukkan kedekatan tidak wajar.

“Awalnya pengurus pesantren curiga dengan tingkah laku korban. Saat ponsel diperiksa, ditemukan chat pelaku yang menunjukkan kedekatan berlebihan,” kata kuasa hukum korban, Advokat Mohammad, pada Senin (23/2/2026).

Pihak korban kemudian mendaftarkan laporan resmi dengan nomor: LP/B/506/II/2026/SPKT/POLRES METRO BEKASI KOTA/POLDA METRO JAYA.

Modus Pelaku dalam Dugaan Pencabulan Santri Bekasi

RBP menggunakan strategi licik untuk mendapatkan kepercayaan korban dan pihak pesantren. Ia secara sadar membangun citra positif agar bisa leluasa mendekati santri.

Berikut rincian modus operandi terduga pelaku:

  • Mengaku Anggota TNI: Pelaku mengaku sebagai anggota TNI untuk mengintimidasi atau membangun wibawa.

  • Seragam Loreng: Ia sering mengunggah foto mengenakan seragam loreng bertuliskan Komponen Cadangan (Komcad) di media sosial.

  • Menjadi Donatur: RBP memosisikan diri sebagai donatur pesantren agar pihak pengelola tidak menaruh curiga.

  • Iming-iming Materi: Pelaku memberikan uang jajan, membelikan pakaian, hingga mengajak korban makan bersama.

  • Sosok Ayah: Pelaku memanfaatkan kondisi korban yang sudah yatim dengan memosisikan diri sebagai figur ayah.

Mohammad mengklarifikasi bahwa pengakuan RBP sebagai anggota TNI aktif tidaklah benar. “Pengakuannya, ia Komcad dan sudah dipecat,” jelasnya.

Kronologi Dugaan Pencabulan Santri Bekasi di Area Parkir Mal

Keterangan kuasa hukum mengungkap fakta mengejutkan mengenai intensitas kejahatan pelaku. RBP diduga melakukan kekerasan seksual terhadap korban hingga sepuluh kali.

Rentetan peristiwa tersebut terjadi sepanjang bulan Oktober hingga Desember 2025. Pelaku kerap memilih area parkir sebuah pusat perbelanjaan (mal) di Jalan Alternatif Cibubur, Kota Bekasi, sebagai lokasi kejadian.

Korban terjebak dalam manipulasi psikologis karena pelaku terus memberikan hadiah dan uang. Rasa takut juga menghantui korban mengingat pelaku mengaku sebagai personel militer.

Langkah Polisi dan Status Pelaku

Hingga saat ini, polisi masih memburu RBP yang menghilang setelah kasus ini ramai di media sosial. Penyidik Polres Metro Bekasi Kota terus mengumpulkan keterangan tambahan untuk memperkuat bukti.

“Saat ini korban sedang menjalani pemeriksaan lagi di Polres. Pelaku masih melarikan diri,” ungkap Mohammad.

Secara terpisah, Kasi Humas Polres Metro Bekasi Kota, AKP Suparyono, memastikan pihaknya sedang memantau progres kasus ini. “Sebentar saya tanyakan progresnya,” ujar Suparyono singkat.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *