Sman24kabtangerang.sch.id – Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) melakukan kunjungan mendadak ke Terminal Bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) Kampung Rambutan, Jakarta Timur, Senin (16/3/2026). Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan infrastruktur dan keamanan menjelang puncak arus mudik Lebaran 2026. Dalam tinjauan tersebut, Menko Polkam memberikan perhatian khusus pada ketersediaan layanan inklusif yang ramah bagi kelompok rentan.
Menko Polkam Apresiasi Standar Baru Pelayanan
Saat menyusuri area keberangkatan, Menko Polkam langsung menghampiri beberapa fasilitas utama seperti ruang tunggu prioritas dan area laktasi. Ia menilai Terminal Rambutan telah menunjukkan kemajuan signifikan dalam menyediakan ruang yang manusiawi bagi pemudik. Pemerintah ingin memastikan bahwa mudik tahun ini tidak hanya berjalan lancar, tetapi juga memberikan kenyamanan bagi ibu hamil, anak-anak, lansia, dan penyandang disabilitas.
“Saya melihat perubahan positif di Terminal Rambutan. Petugas menyediakan jalur khusus dan kursi roda yang siap siaga. Fasilitas seperti ini sangat krusial untuk menjamin semua warga negara bisa pulang kampung dengan martabat yang sama,” ujar Menko Polkam di hadapan awak media.
Ia menekankan bahwa layanan inklusif bukan sekadar pelengkap, melainkan kewajiban bagi setiap simpul transportasi publik. Menko-Polkam meminta seluruh pengelola terminal di Indonesia meniru standar yang ada di Terminal Rambutan guna menciptakan ekosistem mudik yang ramah keluarga.
Penguatan Keamanan dan Pemeriksaan Kesehatan
Selain fasilitas fisik, Menko Polkam juga menyoroti aspek keamanan dan kesehatan para awak bus. Ia mengunjungi posko pemeriksaan kesehatan terpadu yang melibatkan tim dokter dari Dinas Kesehatan dan personel kepolisian. Menko Polkam menyaksikan langsung proses tes urine bagi para pengemudi bus untuk memastikan mereka bebas dari pengaruh narkoba dan alkohol.
“Keselamatan penumpang berada di tangan para sopir. Oleh karena itu, kami tidak memberikan toleransi sedikit pun bagi pengemudi yang tidak bugar atau melanggar aturan,” tegasnya. Ia menginstruksikan petugas agar terus melakukan pemeriksaan secara rutin dan mendadak selama masa angkutan Lebaran berlangsung.
Aparat kepolisian dan TNI juga telah menyiagakan personel di berbagai titik strategis di dalam terminal. Menko-Polkam meminta petugas keamanan tetap mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis namun tetap tegas dalam menjaga ketertiban. Kehadiran personel keamanan harus memberikan rasa tenang bagi masyarakat, bukan justru menimbulkan ketegangan.
Integrasi Teknologi untuk Pantau Arus Mudik
Dalam kunjungan tersebut, Menko Polkam juga meninjau ruang pusat kendali (command center) Terminal Rambutan yang kini menggunakan teknologi berbasis AI. Sistem ini mampu menghitung jumlah pemudik secara real-time dan mendeteksi penumpukan massa di titik tertentu. Teknologi ini membantu petugas melakukan langkah antisipasi lebih cepat jika terjadi lonjakan penumpang yang tidak terduga.
Menko Polkam mengapresiasi penggunaan data digital dalam manajemen arus mudik. Dengan sistem ini, pengelola terminal bisa berkomunikasi langsung dengan perusahaan otobus (PO) untuk segera mengerahkan bus tambahan jika antrean mulai memanjang. Integrasi data ini sangat membantu pemerintah dalam mengambil keputusan strategis di lapangan.
Ia juga mengimbau pemudik untuk memanfaatkan aplikasi resmi pemerintah guna memantau jadwal keberangkatan bus dan kondisi lalu lintas terkini. Digitalisasi layanan ini diharapkan mampu menekan praktik percaloan tiket yang sering merugikan masyarakat kecil.
Dialog Hangat Menko Polkam dengan Pemudik
Menko Polkam menyempatkan diri berdialog dengan beberapa pemudik yang sedang menunggu keberangkatan. Ia menanyakan pengalaman mereka mengenai proses pembelian tiket dan fasilitas terminal. Salah satu pemudik asal Jawa Tengah mengaku sangat terbantu dengan adanya petugas yang sigap membantu membawa barang bawaannya menuju peron keberangkatan.
Mendengar hal tersebut, Menko Polkam tersenyum dan mengingatkan para pemudik agar tetap menjaga kesehatan selama perjalanan. Ia meminta warga segera melapor kepada petugas di posko terdekat jika menemui kendala keamanan atau kesehatan di jalan. Pemerintah telah menyiapkan ribuan posko pelayanan di sepanjang jalur mudik untuk memberikan bantuan darurat.
Harapan untuk Mudik Aman dan Berkesan
Kunjungan Menko Polkam di Terminal Rambutan hari ini memberikan pesan kuat bahwa pemerintah hadir secara langsung di lapangan. Koordinasi lintas sektoral antara kementerian, kepolisian, dan pengelola terminal menjadi kunci sukses penyelenggaraan mudik 2026. Menko Polkam optimis bahwa angka kecelakaan dan kemacetan bisa menurun melalui persiapan yang matang dan layanan yang inklusif.
“Mudik adalah tradisi mulia yang menghubungkan silaturahmi. Tugas kami adalah memastikan perjalanan tersebut berjalan tanpa hambatan berarti. Saya mengajak seluruh masyarakat untuk bekerja sama menjaga ketertiban agar mudik tahun ini benar-benar aman dan berkesan,” pungkasnya.
Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan akan melanjutkan peninjauan ke titik-titik krusial lainnya seperti pelabuhan dan stasiun kereta api dalam beberapa hari ke depan. Fokus utama pemerintah tetap sama: keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi dalam setiap kebijakan publik.













Leave a Reply