Lensa 24

Tajam Merekam, Inspiratif Mengabarkan

Perombakan Besar di Beijing: Sembilan Jenderal Senior Militer China Dicopot dari Keanggotaan Legislatif

Pejabat militer China dicopot dari Kongres Rakyat Nasional

sman24kabtangerang.sch.id – Pejabat militer China dicopot setelah pemerintah mengambil langkah drastis dengan memberhentikan sedikitnya sembilan pejabat senior militer dari keanggotaan badan legislatif nasional pada Kamis (26/2/2026). Keputusan ini muncul hanya hitungan hari sebelum pembukaan Kongres Rakyat Nasional (NPC), yang merupakan pertemuan politik tahunan terbesar dan paling strategis di negara tersebut.

Pembaruan daftar deputi militer di NPC menunjukkan penyusutan jumlah perwakilan dari Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) dan Kepolisian Bersenjata Rakyat menjadi 243 orang. Langkah ini memperkuat sinyal adanya evaluasi internal mendalam di tubuh komando militer tertinggi China.

Pejabat Militer China Dicopot, Daftar Pejabat Senior yang Diberhentikan

Dari sembilan nama yang kehilangan posisinya di lembaga legislatif tersebut, mayoritas merupakan figur dengan pangkat tertinggi di militer China. Berikut adalah rincian jenderal yang dicopot dari jabatannya:

  • Lima Jenderal Penuh: Li Wei (Komisaris Politik Pasukan Dukungan Informasi), Li Qiaoming (Komandan Pasukan Darat), Shen Jinlong (Mantan Komandan Angkatan Laut), Qin Shengxiang (Mantan Komisaris Politik Angkatan Laut), serta Yu Zhongfu (Mantan Komisaris Politik Angkatan Udara).

  • Satu Letnan Jenderal: Wang Donghai, yang menjabat sebagai Komisaris Politik Departemen Mobilisasi Pertahanan Nasional di bawah Komisi Militer Pusat.

  • Tiga Mayor Jenderal: Bian Ruifeng, Ding Laifu, dan Yang Guang.

Hingga saat ini, otoritas China belum memberikan alasan resmi terkait pencopotan massal para perwira tinggi tersebut. Namun, pada hari yang sama, pemerintah juga memberhentikan Wang Xiangxi dari posisi Menteri Manajemen Darurat.

Pembersihan Besar-besaran di Bawah Kepemimpinan Xi Jinping

Langkah ini mencerminkan tren restrukturisasi militer yang agresif di bawah kepemimpinan Presiden Xi Jinping. Berdasarkan data dari lembaga kajian China Power, perombakan ini memiliki skala yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah modern PLA.

Laporan tersebut mengungkapkan fakta-fakta mengejutkan mengenai posisi senior di militer China:

  1. Tingkat Pencopotan Tinggi: Dari 47 jenderal yang naik jabatan sejak tahun 2022, sebanyak 87 persen telah menjalani pemeriksaan atau kehilangan jabatan.

  2. Skala Penyelidikan: Sekitar 52 persen posisi senior di tubuh PLA telah mengalami investigasi atau pembersihan dalam beberapa tahun terakhir.

Saat ini, penyelidikan internal juga masih menyasar dua jenderal papan atas, yakni Zhang Youxia dan Liu Zhenli. Keduanya menghadapi dugaan pelanggaran serius terhadap disiplin organisasi dan hukum negara.

Fokus pada Disiplin, Korupsi, dan Loyalitas Politik

Para pengamat menilai bahwa gelombang pencopotan ini merupakan bagian dari kampanye disiplin internal yang bertujuan memberantas korupsi di sektor pengadaan alat utama sistem senjata (alutsista). Selain aspek hukum, Presiden Xi Jinping secara konsisten menekankan bahwa militer harus menunjukkan kesetiaan politik mutlak kepada Partai Komunis China.

Pembersihan ini bertujuan untuk memastikan stabilitas komando militer sebelum China melangkah lebih jauh dalam modernisasi teknologi pertahanan. Beijing berupaya meningkatkan kesiapan operasional PLA sekaligus memperkuat kontrol politik agar militer tetap berada di bawah kendali penuh partai.

Dampak Terhadap Sidang Tahunan NPC Pekan Depan

Pencopotan sembilan jenderal ini menciptakan dinamika baru menjelang sidang tahunan NPC di Beijing pekan depan. Sidang tersebut biasanya menjadi momentum penting untuk mengumumkan arah kebijakan ekonomi, anggaran pertahanan, dan strategi nasional.

Berkurangnya jumlah deputi militer di parlemen memicu spekulasi bahwa agenda reformasi militer dan penguatan pengawasan internal akan menjadi pembahasan utama di balik layar. Para anggota parlemen dari seluruh penjuru China akan berkumpul untuk merumuskan langkah strategis negara di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Asia-Pasifik.

Hingga kini, pemerintah China masih menutup rapat rincian kasus atau sosok yang akan menggantikan posisi para pejabat yang diberhentikan tersebut. Publik internasional kini menantikan sinyal baru dari sidang NPC pekan depan untuk melihat arah kebijakan pertahanan China di tahun-tahun mendatang.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *