Lensa 24

Tajam Merekam, Inspiratif Mengabarkan

Harmoni Ramadhan di Istana: Presiden Prabowo Rangkul Ulama dan Pimpinan Ormas Islam

Presiden Prabowo Subianto undang Mamah Dedeh, Buya Yahya, dan tokoh lintas agama Istana untuk buka puasa

sman24kabtangerang.sch.id – Tokoh lintas agama Istana berkumpul dalam suasana hangat saat memenuhi undangan Presiden Prabowo Subianto pada Kamis (5/3/2026) sore. Pertemuan ini berlangsung di Istana Kepresidenan Jakarta dengan agenda utama buka puasa bersama (bukber). Kehadiran para pendakwah kondang, pengasuh pondok pesantren, hingga pucuk pimpinan organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam menciptakan pemandangan yang menyejukkan di tengah dinamika nasional.

Presiden Prabowo Subianto menyambut langsung para tamu undangan yang mulai berdatangan sejak pukul 15.30 WIB. Acara ini bukan sekadar jamuan makan malam, melainkan menjadi momentum silaturahmi besar antara umaro (pemerintah) dan ulama. Kehadiran tokoh-tokoh besar ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga kerukunan serta mendengar masukan dari para pemuka agama.

Kehadiran Pendakwah Kondang dan Tokoh Lintas Agama Istana

Sosok pendakwah legendaris Dedeh Rosidah atau yang akrab masyarakat sapa sebagai Mamah Dedeh menjadi salah satu tamu yang mencuri perhatian. Mengenakan gamis dan jilbab berwarna kuning cerah, Mamah Dedeh tiba di kompleks Istana menggunakan kursi roda. Semangatnya untuk hadir memenuhi undangan presiden menunjukkan kedekatan hubungan antara figur publik keagamaan dengan kepala negara.

Selain Mamah Dedeh, sejumlah penceramah populer dan pengasuh pesantren besar juga tampak hadir secara bergantian. Kehadiran mereka merepresentasikan wajah dakwah Indonesia yang moderat dan merangkul semua lapisan masyarakat.

Daftar tokoh agama yang hadir di Istana:

  • Mamah Dedeh: Pendakwah kondang yang hadir dengan semangat meski menggunakan kursi roda.

  • Buya Yahya: Pengasuh Pondok Pesantren Al-Bahjah, Cirebon, yang membawa kesejukan ilmu.

  • Ustadz Subki Al-Bughury: Pendakwah yang kerap menghiasi layar kaca tanah air.

  • K.H. Anwar Iskandar: Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang tiba di awal waktu.

Sinergi Ormas dan Kehadiran Tokoh Lintas Agama Istana

Pertemuan ini juga memperlihatkan kekompakan dua organisasi Islam terbesar di Indonesia, yakni Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah. Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, tiba di lokasi bersamaan dengan beberapa tokoh nasional lainnya. Tak lama berselang, Rais Aam PBNU, K.H. Miftachul Akhyar, turut memasuki area Istana dengan mengenakan busana khas sarung, jas, dan peci hitam.

Kehadiran para pimpinan ormas ini menegaskan posisi strategis tokoh lintas agama Istana dalam menjaga stabilitas sosial dan spiritual bangsa. Ketua Umum MUI, Anwar Iskandar, menjelaskan bahwa undangan ini mencakup seluruh ketua umum ormas Islam serta pengasuh pondok pesantren yang memiliki jaringan luas di Indonesia. Sinergi ini harapannya dapat memperkuat fondasi kebangsaan melalui dialog-dialog keagamaan yang inklusif.

Kehadiran Menteri Kabinet Merah Putih

Selain para ulama, jajaran Menteri Kabinet Merah Putih juga turut meramaikan agenda buka puasa bersama ini. Kehadiran para menteri ini bertujuan untuk mendampingi Presiden sekaligus menjalin komunikasi informal dengan para tokoh agama. Berikut adalah beberapa pejabat negara yang terlihat hadir:

  1. Muhaimin Iskandar: Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat.

  2. Saifullah Yusuf: Menteri Sosial (Gus Ipul).

  3. Zulkifli Hasan: Menteri Koordinator Bidang Pangan.

  4. Nusron Wahid: Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN.

Para menteri tersebut terlihat berbaur dan berbincang santai dengan para ulama sebelum waktu berbuka tiba. Diskusi-diskusi kecil mengenai kondisi umat dan kesejahteraan sosial mewarnai ruang tunggu tamu di Istana Kepresidenan.

Momentum Penguatan Moral Bangsa

Presiden Prabowo Subianto dalam berbagai kesempatan selalu menekankan pentingnya persatuan nasional. Acara buka puasa bersama ini menjadi implementasi nyata dari visi tersebut. Dengan mengumpulkan para mubaligh dan pengasuh pesantren, Presiden ingin memastikan bahwa pesan-pesan perdamaian tersampaikan hingga ke tingkat akar rumput melalui ceramah-ceramah para ulama tersebut.

Pertemuan ini juga menjadi ajang bagi pemerintah untuk meminta doa dan restu agar pelaksanaan program-program strategis nasional berjalan lancar. Ulama memiliki peran krusial dalam memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai kebijakan-kebijakan yang menyentuh langsung kehidupan rakyat, seperti ketahanan pangan dan pengentasan kemiskinan.

Suasana Khidmat di Jantung Ibu Kota

Tepat pukul 16.00 WIB, suasana Istana semakin ramai namun tetap tertib dan khidmat. Para tamu undangan menjalani protokol kesehatan dan keamanan standar Istana tanpa mengurangi rasa hormat. Suasana Ramadhan sangat kental terasa dengan dekorasi yang sederhana namun elegan di dalam aula pertemuan.

Buka puasa bersama ini berakhir dengan salat maghrib berjamaah yang diikuti oleh Presiden, para menteri, dan seluruh tamu undangan. Kegiatan ini membuktikan bahwa Istana Kepresidenan senantiasa terbuka bagi para pejuang dakwah yang berkomitmen pada kemajuan bangsa Indonesia. Kebersamaan ini menjadi modal kuat bagi pemerintah untuk menghadapi berbagai tantangan global dengan landasan spiritual yang kokoh.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *