{"id":114,"date":"2026-02-15T16:21:47","date_gmt":"2026-02-15T09:21:47","guid":{"rendered":"https:\/\/sman24kabtangerang.sch.id\/blog\/?p=114"},"modified":"2026-02-15T16:21:47","modified_gmt":"2026-02-15T09:21:47","slug":"bahaya-pencemaran-pestisida-sungai-cisadane-brin","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/sman24kabtangerang.sch.id\/blog\/bahaya-pencemaran-pestisida-sungai-cisadane-brin\/","title":{"rendered":"Peneliti BRIN Wanti-wanti Risiko Mengerikan Pencemaran Pestisida di Sungai Cisadane"},"content":{"rendered":"<p data-path-to-node=\"6\"><strong><a href=\"\/blog\/bahaya-pencemaran-pestisida-sungai-cisadane-brin\/\">sman24kabtangerang.sch.id<\/a><\/strong> &#8211; Pencemaran Pestisida Sungai Cisadane menjadi sorotan setelah peneliti BRIN menemukan kandungan kimia berbahaya di aliran sungai tersebut. Sungai Cisadane sendiri merupakan urat nadi kehidupan bagi jutaan warga di Jawa Barat hingga Banten. Namun, temuan terbaru dari Peneliti Pusat Riset Limnologi dan Sumber Daya Air (PRLSDA) BRIN memunculkan peringatan serius terkait kualitas air dan dampaknya bagi lingkungan.<\/p>\n<p data-path-to-node=\"7\">Pencemaran ini bukan sekadar masalah lingkungan biasa. Limbah kimia dari sektor pertanian dan domestik ini membawa ancaman kesehatan jangka panjang bagi masyarakat yang mengandalkan air Cisadane untuk kebutuhan sehari-hari.<\/p>\n<h2 data-path-to-node=\"8\">BRIN Ungkap Pencemaran Pestisida Sungai Cisadane dan Jejak Kimia Berbahaya<\/h2>\n<p data-path-to-node=\"9\">Para peneliti melakukan pemantauan intensif terhadap kualitas air dan sedimen di Sungai Cisadane. Hasilnya mengejutkan. Mereka mendeteksi berbagai jenis residu pestisida yang melampaui batas aman. Penggunaan pestisida yang tidak terkendali oleh petani di hulu sungai menjadi penyebab utama kondisi ini.<\/p>\n<p data-path-to-node=\"10\">Hujan membawa sisa-sisa racun serangga dari lahan pertanian langsung menuju aliran sungai. Karena pestisida memiliki sifat sulit terurai secara alami, zat kimia ini mengendap di dasar sungai dan masuk ke dalam rantai makanan.<\/p>\n<h2 data-path-to-node=\"11\">Risiko Kesehatan yang Mengintai Masyarakat<\/h2>\n<p data-path-to-node=\"12\">Peneliti BRIN menekankan bahwa paparan pestisida dalam jangka waktu lama dapat memicu berbagai gangguan kesehatan serius. Masyarakat yang mengonsumsi ikan dari sungai atau menggunakan air yang tercemar berisiko mengalami:<\/p>\n<ol start=\"1\" data-path-to-node=\"13\">\n<li>\n<p data-path-to-node=\"13,0,0\"><b data-path-to-node=\"13,0,0\" data-index-in-node=\"0\">Gangguan Hormonal:<\/b> Pestisida tertentu bekerja sebagai pengganggu endokrin yang merusak sistem hormon manusia.<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p data-path-to-node=\"13,1,0\"><b data-path-to-node=\"13,1,0\" data-index-in-node=\"0\">Kerusakan Organ Dalam:<\/b> Paparan kronis dapat merusak fungsi hati dan ginjal secara perlahan namun pasti.<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p data-path-to-node=\"13,2,0\"><b data-path-to-node=\"13,2,0\" data-index-in-node=\"0\">Risiko Kanker:<\/b> Beberapa kandungan aktif dalam pestisida bersifat karsinogenik atau pemicu sel kanker.<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p data-path-to-node=\"13,3,0\"><b data-path-to-node=\"13,3,0\" data-index-in-node=\"0\">Masalah Reproduksi:<\/b> Penelitian menunjukkan adanya korelasi antara paparan residu kimia dengan penurunan tingkat kesuburan.<\/p>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p data-path-to-node=\"14\">Kondisi ini sangat mengkhawatirkan, terutama bagi ibu hamil dan anak-anak yang memiliki daya tahan tubuh lebih rentan terhadap polutan kimia.<\/p>\n<h2 data-path-to-node=\"16\">Pencemaran Pestisida Ancam Ekosistem Sungai Cisadane<\/h2>\n<p data-path-to-node=\"17\">Selain manusia, biota air menjadi korban pertama dari keganasan pestisida. Peneliti mencatat penurunan keanekaragaman hayati di beberapa titik pengamatan. Racun kimia ini membunuh mikroorganisme yang menjadi pakan alami ikan.<\/p>\n<p data-path-to-node=\"18\">Lebih parah lagi, fenomena <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Bioakumulasi\">bioakumulasi<\/a> terjadi di sini. Ikan-ikan kecil memakan plankton yang tercemar, kemudian ikan besar memakan ikan kecil tersebut. Pada akhirnya, racun terkonsentrasi dalam dosis tinggi pada predator puncak, termasuk manusia yang memancing di sungai tersebut.<\/p>\n<h2 data-path-to-node=\"20\">Mengapa Cisadane Begitu Rentan?<\/h2>\n<p data-path-to-node=\"21\">Ada beberapa faktor yang memperparah pencemaran di Sungai Cisadane menurut analisis peneliti:<\/p>\n<ul data-path-to-node=\"22\">\n<li>\n<p data-path-to-node=\"22,0,0\"><b data-path-to-node=\"22,0,0\" data-index-in-node=\"0\">Alih Fungsi Lahan:<\/b> Semakin sempitnya daerah aliran sungai membuat air larian (<i data-path-to-node=\"22,0,0\" data-index-in-node=\"78\">run-off<\/i>) dari lahan pertanian langsung masuk ke sungai tanpa penyaringan alami dari vegetasi hutan.<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p data-path-to-node=\"22,1,0\"><b data-path-to-node=\"22,1,0\" data-index-in-node=\"0\">Kurangnya Edukasi Petani:<\/b> Banyak petani masih percaya bahwa semakin banyak pestisida, semakin bagus hasil panennya. Padahal, penggunaan berlebih justru merusak tanah dan air.<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p data-path-to-node=\"22,2,0\"><b data-path-to-node=\"22,2,0\" data-index-in-node=\"0\">Lemahnya Pengawasan:<\/b> Penegakan hukum terhadap pembuangan limbah kimia cair masih memerlukan penguatan dari pemerintah daerah setempat.<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<h2 data-path-to-node=\"23\">Solusi Mendesak Atasi Pencemaran Pestisida di Sungai Cisadane<\/h2>\n<p data-path-to-node=\"24\">Peneliti BRIN tidak hanya memberikan peringatan, tetapi juga menawarkan jalan keluar untuk menyelamatkan Cisadane. Pemerintah dan masyarakat harus segera mengambil langkah nyata:<\/p>\n<h3 data-path-to-node=\"25\">1. Transformasi ke Pertanian Organik<\/h3>\n<p data-path-to-node=\"26\">Pemerintah perlu mendorong petani di wilayah hulu untuk beralih menggunakan pestisida nabati atau metode pertanian organik. Langkah ini akan mengurangi input kimia berbahaya ke dalam aliran sungai secara signifikan.<\/p>\n<h3 data-path-to-node=\"27\">2. Pembangunan Buffer Zone (Zona Penyangga)<\/h3>\n<p data-path-to-node=\"28\">Menanam kembali pohon dan vegetasi di sepanjang pinggiran sungai dapat berfungsi sebagai filter alami. Akar tanaman akan menyerap sebagian residu kimia sebelum air larian mencapai badan sungai.<\/p>\n<h3 data-path-to-node=\"29\">3. Pemantauan Kualitas Air secara Real-Time<\/h3>\n<p data-path-to-node=\"30\">BRIN menyarankan pengadaan sensor kualitas air yang terintegrasi. Dengan data yang akurat dan terkini, pemerintah dapat memberikan peringatan dini kepada masyarakat jika kandungan zat berbahaya mencapai level siaga.<\/p>\n<h3 data-path-to-node=\"31\">4. Penegakan Regulasi yang Tegas<\/h3>\n<p data-path-to-node=\"32\">Otoritas terkait harus mengawasi peredaran pestisida terlarang yang masih sering ditemukan di pasar gelap. Selain itu, industri yang membuang limbah tanpa pengolahan yang benar harus mendapat sanksi berat.<\/p>\n<h2 data-path-to-node=\"34\">Peran Masyarakat dalam Penyelamatan Sungai<\/h2>\n<p data-path-to-node=\"35\">Masyarakat tidak boleh hanya menjadi penonton. Kita bisa berkontribusi kecil namun berdampak besar. Berhenti membuang sampah domestik dan limbah kimia rumah tangga ke selokan yang bermuara ke sungai adalah langkah awal yang sangat krusial.<\/p>\n<p data-path-to-node=\"36\">Masyarakat juga perlu melaporkan aktivitas mencurigakan, seperti pembuangan limbah cair berwarna atau berbau tajam secara langsung ke sungai, kepada pihak berwajib.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>sman24kabtangerang.sch.id &#8211; Pencemaran Pestisida Sungai Cisadane menjadi sorotan setelah peneliti BRIN menemukan kandungan kimia berbahaya di aliran sungai tersebut. Sungai Cisadane sendiri merupakan urat nadi kehidupan bagi jutaan warga di Jawa Barat hingga Banten. Namun, temuan terbaru dari Peneliti Pusat Riset Limnologi dan Sumber Daya Air (PRLSDA) BRIN memunculkan peringatan serius terkait kualitas air dan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":115,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2,5,3],"tags":[293,295,294,291,289,290,286,287,288,292],"class_list":["post-114","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-utama","category-hukum","category-nasional","tag-bahaya-pestisida","tag-berita-lingkungan-terkini","tag-ekosistem-air","tag-kesehatan-lingkungan","tag-kualitas-air","tag-limbah-pertanian","tag-pencemaran-sungai-cisadane","tag-peneliti-brin","tag-residu-pestisida","tag-sungai-cisadane-tercemar"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.0 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Pencemaran Pestisida Sungai Cisadane, BRIN Beberkan Risikonya - Lensa 24<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Peneliti BRIN beri peringatan keras! Pencemaran pestisida di Sungai Cisadane mengancam kesehatan warga dan ekosistem.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/sman24kabtangerang.sch.id\/blog\/bahaya-pencemaran-pestisida-sungai-cisadane-brin\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Pencemaran Pestisida Sungai Cisadane, BRIN Beberkan Risikonya - Lensa 24\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Peneliti BRIN beri peringatan keras! Pencemaran pestisida di Sungai Cisadane mengancam kesehatan warga dan ekosistem.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/sman24kabtangerang.sch.id\/blog\/bahaya-pencemaran-pestisida-sungai-cisadane-brin\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Lensa 24\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-02-15T09:21:47+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/sman24kabtangerang.sch.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/pencemaran-pestisida-sungai.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1193\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"793\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"NewsArticle\",\"@id\":\"https:\/\/sman24kabtangerang.sch.id\/blog\/bahaya-pencemaran-pestisida-sungai-cisadane-brin\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/sman24kabtangerang.sch.id\/blog\/bahaya-pencemaran-pestisida-sungai-cisadane-brin\/\"},\"author\":{\"name\":\"admin\",\"@id\":\"https:\/\/sman24kabtangerang.sch.id\/blog\/#\/schema\/person\/d55d5ac2635ee4969270afa179fa0cf9\"},\"headline\":\"Peneliti BRIN Wanti-wanti Risiko Mengerikan Pencemaran Pestisida di Sungai Cisadane\",\"datePublished\":\"2026-02-15T09:21:47+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/sman24kabtangerang.sch.id\/blog\/bahaya-pencemaran-pestisida-sungai-cisadane-brin\/\"},\"wordCount\":665,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/sman24kabtangerang.sch.id\/blog\/#\/schema\/person\/d55d5ac2635ee4969270afa179fa0cf9\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/sman24kabtangerang.sch.id\/blog\/bahaya-pencemaran-pestisida-sungai-cisadane-brin\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/sman24kabtangerang.sch.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/pencemaran-pestisida-sungai.jpg\",\"keywords\":[\"Bahaya Pestisida\",\"Berita Lingkungan Terkini\",\"Ekosistem Air\",\"Kesehatan Lingkungan\",\"Kualitas Air\",\"Limbah Pertanian\",\"Pencemaran Sungai Cisadane\",\"Peneliti BRIN\",\"Residu Pestisida\",\"Sungai Cisadane Tercemar\"],\"articleSection\":[\"Berita Utama\",\"Hukum\",\"Nasional\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/sman24kabtangerang.sch.id\/blog\/bahaya-pencemaran-pestisida-sungai-cisadane-brin\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/sman24kabtangerang.sch.id\/blog\/bahaya-pencemaran-pestisida-sungai-cisadane-brin\/\",\"url\":\"https:\/\/sman24kabtangerang.sch.id\/blog\/bahaya-pencemaran-pestisida-sungai-cisadane-brin\/\",\"name\":\"Pencemaran Pestisida Sungai Cisadane, BRIN Beberkan Risikonya - Lensa 24\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/sman24kabtangerang.sch.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/sman24kabtangerang.sch.id\/blog\/bahaya-pencemaran-pestisida-sungai-cisadane-brin\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/sman24kabtangerang.sch.id\/blog\/bahaya-pencemaran-pestisida-sungai-cisadane-brin\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/sman24kabtangerang.sch.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/pencemaran-pestisida-sungai.jpg\",\"datePublished\":\"2026-02-15T09:21:47+00:00\",\"description\":\"Peneliti BRIN beri peringatan keras! Pencemaran pestisida di Sungai Cisadane mengancam kesehatan warga dan ekosistem.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/sman24kabtangerang.sch.id\/blog\/bahaya-pencemaran-pestisida-sungai-cisadane-brin\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/sman24kabtangerang.sch.id\/blog\/bahaya-pencemaran-pestisida-sungai-cisadane-brin\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/sman24kabtangerang.sch.id\/blog\/bahaya-pencemaran-pestisida-sungai-cisadane-brin\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/sman24kabtangerang.sch.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/pencemaran-pestisida-sungai.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/sman24kabtangerang.sch.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/pencemaran-pestisida-sungai.jpg\",\"width\":1193,\"height\":793,\"caption\":\"Pencemaran pestisida di Sungai Cisadane mengancam kesehatan warga dan ekosistem\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/sman24kabtangerang.sch.id\/blog\/bahaya-pencemaran-pestisida-sungai-cisadane-brin\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\/\/sman24kabtangerang.sch.id\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Peneliti BRIN Wanti-wanti Risiko Mengerikan Pencemaran Pestisida di Sungai Cisadane\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/sman24kabtangerang.sch.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/sman24kabtangerang.sch.id\/blog\/\",\"name\":\"Lensa 24\",\"description\":\"Tajam Merekam, Inspiratif Mengabarkan\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/sman24kabtangerang.sch.id\/blog\/#\/schema\/person\/d55d5ac2635ee4969270afa179fa0cf9\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/sman24kabtangerang.sch.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":[\"Person\",\"Organization\"],\"@id\":\"https:\/\/sman24kabtangerang.sch.id\/blog\/#\/schema\/person\/d55d5ac2635ee4969270afa179fa0cf9\",\"name\":\"admin\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/sman24kabtangerang.sch.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/sman24kabtangerang.sch.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/cropped-icon-lensa24-2.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/sman24kabtangerang.sch.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/cropped-icon-lensa24-2.png\",\"width\":1024,\"height\":690,\"caption\":\"admin\"},\"logo\":{\"@id\":\"https:\/\/sman24kabtangerang.sch.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/sman24kabtangerang.sch.id\/blog\"],\"url\":\"https:\/\/sman24kabtangerang.sch.id\/blog\/author\/sman24\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Pencemaran Pestisida Sungai Cisadane, BRIN Beberkan Risikonya - Lensa 24","description":"Peneliti BRIN beri peringatan keras! Pencemaran pestisida di Sungai Cisadane mengancam kesehatan warga dan ekosistem.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/sman24kabtangerang.sch.id\/blog\/bahaya-pencemaran-pestisida-sungai-cisadane-brin\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Pencemaran Pestisida Sungai Cisadane, BRIN Beberkan Risikonya - Lensa 24","og_description":"Peneliti BRIN beri peringatan keras! Pencemaran pestisida di Sungai Cisadane mengancam kesehatan warga dan ekosistem.","og_url":"https:\/\/sman24kabtangerang.sch.id\/blog\/bahaya-pencemaran-pestisida-sungai-cisadane-brin\/","og_site_name":"Lensa 24","article_published_time":"2026-02-15T09:21:47+00:00","og_image":[{"width":1193,"height":793,"url":"https:\/\/sman24kabtangerang.sch.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/pencemaran-pestisida-sungai.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"admin","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"admin","Estimasi waktu membaca":"4 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"NewsArticle","@id":"https:\/\/sman24kabtangerang.sch.id\/blog\/bahaya-pencemaran-pestisida-sungai-cisadane-brin\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/sman24kabtangerang.sch.id\/blog\/bahaya-pencemaran-pestisida-sungai-cisadane-brin\/"},"author":{"name":"admin","@id":"https:\/\/sman24kabtangerang.sch.id\/blog\/#\/schema\/person\/d55d5ac2635ee4969270afa179fa0cf9"},"headline":"Peneliti BRIN Wanti-wanti Risiko Mengerikan Pencemaran Pestisida di Sungai Cisadane","datePublished":"2026-02-15T09:21:47+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/sman24kabtangerang.sch.id\/blog\/bahaya-pencemaran-pestisida-sungai-cisadane-brin\/"},"wordCount":665,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/sman24kabtangerang.sch.id\/blog\/#\/schema\/person\/d55d5ac2635ee4969270afa179fa0cf9"},"image":{"@id":"https:\/\/sman24kabtangerang.sch.id\/blog\/bahaya-pencemaran-pestisida-sungai-cisadane-brin\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/sman24kabtangerang.sch.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/pencemaran-pestisida-sungai.jpg","keywords":["Bahaya Pestisida","Berita Lingkungan Terkini","Ekosistem Air","Kesehatan Lingkungan","Kualitas Air","Limbah Pertanian","Pencemaran Sungai Cisadane","Peneliti BRIN","Residu Pestisida","Sungai Cisadane Tercemar"],"articleSection":["Berita Utama","Hukum","Nasional"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/sman24kabtangerang.sch.id\/blog\/bahaya-pencemaran-pestisida-sungai-cisadane-brin\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/sman24kabtangerang.sch.id\/blog\/bahaya-pencemaran-pestisida-sungai-cisadane-brin\/","url":"https:\/\/sman24kabtangerang.sch.id\/blog\/bahaya-pencemaran-pestisida-sungai-cisadane-brin\/","name":"Pencemaran Pestisida Sungai Cisadane, BRIN Beberkan Risikonya - Lensa 24","isPartOf":{"@id":"https:\/\/sman24kabtangerang.sch.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/sman24kabtangerang.sch.id\/blog\/bahaya-pencemaran-pestisida-sungai-cisadane-brin\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/sman24kabtangerang.sch.id\/blog\/bahaya-pencemaran-pestisida-sungai-cisadane-brin\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/sman24kabtangerang.sch.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/pencemaran-pestisida-sungai.jpg","datePublished":"2026-02-15T09:21:47+00:00","description":"Peneliti BRIN beri peringatan keras! Pencemaran pestisida di Sungai Cisadane mengancam kesehatan warga dan ekosistem.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/sman24kabtangerang.sch.id\/blog\/bahaya-pencemaran-pestisida-sungai-cisadane-brin\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/sman24kabtangerang.sch.id\/blog\/bahaya-pencemaran-pestisida-sungai-cisadane-brin\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/sman24kabtangerang.sch.id\/blog\/bahaya-pencemaran-pestisida-sungai-cisadane-brin\/#primaryimage","url":"https:\/\/sman24kabtangerang.sch.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/pencemaran-pestisida-sungai.jpg","contentUrl":"https:\/\/sman24kabtangerang.sch.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/pencemaran-pestisida-sungai.jpg","width":1193,"height":793,"caption":"Pencemaran pestisida di Sungai Cisadane mengancam kesehatan warga dan ekosistem"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/sman24kabtangerang.sch.id\/blog\/bahaya-pencemaran-pestisida-sungai-cisadane-brin\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/sman24kabtangerang.sch.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Peneliti BRIN Wanti-wanti Risiko Mengerikan Pencemaran Pestisida di Sungai Cisadane"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/sman24kabtangerang.sch.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/sman24kabtangerang.sch.id\/blog\/","name":"Lensa 24","description":"Tajam Merekam, Inspiratif Mengabarkan","publisher":{"@id":"https:\/\/sman24kabtangerang.sch.id\/blog\/#\/schema\/person\/d55d5ac2635ee4969270afa179fa0cf9"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/sman24kabtangerang.sch.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":["Person","Organization"],"@id":"https:\/\/sman24kabtangerang.sch.id\/blog\/#\/schema\/person\/d55d5ac2635ee4969270afa179fa0cf9","name":"admin","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/sman24kabtangerang.sch.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/sman24kabtangerang.sch.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/cropped-icon-lensa24-2.png","contentUrl":"https:\/\/sman24kabtangerang.sch.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/cropped-icon-lensa24-2.png","width":1024,"height":690,"caption":"admin"},"logo":{"@id":"https:\/\/sman24kabtangerang.sch.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/sman24kabtangerang.sch.id\/blog"],"url":"https:\/\/sman24kabtangerang.sch.id\/blog\/author\/sman24\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/sman24kabtangerang.sch.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/114","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/sman24kabtangerang.sch.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/sman24kabtangerang.sch.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sman24kabtangerang.sch.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sman24kabtangerang.sch.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=114"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/sman24kabtangerang.sch.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/114\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":116,"href":"https:\/\/sman24kabtangerang.sch.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/114\/revisions\/116"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sman24kabtangerang.sch.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/115"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/sman24kabtangerang.sch.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=114"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/sman24kabtangerang.sch.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=114"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/sman24kabtangerang.sch.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=114"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}